Top Menu

     Marvel Cinematic Universe adalah sebuah projek dari Marvel Studio yang mengaitkan cerita film “A” dengan film “B” serta film “C” dan seterusnya untuk membuat sebuah semesta pada alur ceritanya. Konsep ini sukses besar di layar lebar tentunya, sehingga pada serial televisipun sedikit banyak dikaitkan dengan film-film layar lebarnya. Sebut saja ada Marvel Agent of S.H.I.E.L.D yang ditayangkan sejak para alien menyerang bumi di film The Avengers. Ada juga serial Marvel Agent Carter yang menceritakan sepak terjang Carter di S.S.R setelah menghilangnya Captain America di film pertamanya, Captain America: The First Avenger.

     Sama dengan Marvel Cinematic Universe, DC juga membuat proyek semesta di film maupun serial TV buatannya. Dengan menamakan projeknya dengan DC Extended Universe, DC memulai proyeknya di film Superman: Man of Steel (Walaupun Trilogi The Dark Knight juga bisa dibilang mengawali proyek ini). Sejalan dengan versi layar lebarnya, serial TV nya juga sedikit banyak memasukan unsur-unsur semesta DC Extended Universe. Sebut saja Supergirl, dikisahkan Supergirl adalah sepupu dari Superman: Man of Steel yang sudah terlebih dahulu “memproklamirkan” aksi kepahlawannya di film Superman: Man of Steel.

     Nah melanjutkan fakta-fakta menarik tentang perbandingan yang ada di dalam serial tv Marvel dengan DC yang sudah dibahas pada postingan sebelumnya (Serial Televisi Marvel Vs DC Comics), ini dia 3 unsur menarik lainnya tentang serial tv Marvel dan DC Comic:

4. Jarvis vs Gideon

Jarvis VS Gideon dc
Istilah artificial intelligence adalah sebuah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem (Sistem Komputer) yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Di film fiksi ilmiah termasuk juga serial superhero, hal seperti ini sudah seperti kewajiban yang harus ada, terutama bagi superhero yang mempunyai latar belakang teknologi canggih atau datang dari masa depan yang teknologinya sudah maju.

J.A.R.V.I.S adalah artificial intelligence yang ada di film superhero Iron Man besutan Marvel.  Singkatan dari Just A Rather Very Intelligent System , JARVIS sudah seperti asisten pribadi bagi Tony Stark dalam segala hal. Hal yang paling bisa diingat tentunya bagaimana seorang Tony Stark membuat pakaian Iron Man nya dengan dibantu oleh JARVIS. JARVIS sendiri adalah mantan tangan kanan dan kepala pelayan dari ayah Tony Stark, Howard Stark yang mempunyai nama lengkap Edwin Jarvis. Setelah JARVIS yang manusia meninggal, Tony Stark menamakan artificial intelligence buatannya dengan nama belakang tangan kanan ayahnya, JARVIS. Di serial Marvel Agent Carter bahkan diceritakan Edwin Jarvis sebagai tangan kanan Howard Stark dan membantu Agen Carter dalam melakukan aksi heroiknya. Sebagai artificial intelligence, JARVIS mempunyai kemampuan yang sangat komplit mampu melakukan berbagai hal dan juga sering membuat lelucon yang tidak jarang membuat penonton film Iron Man terhibur. Namun sayang, di film The Avengers: Age of Ultron, JARVIS dibunuh oleh Ultron dan berevolusi menjadi Vision, member baru The Avengers.

Gideon, Berbeda dengan JARVIS di Marvel, Gideon adalah artificial intelligence yang ada di komik DC namun saat ini baru muncul di serial Tv saja (Belum muncul di layar lebar). Gideon diciptakan oleh Barry Allen (The Flash) di masa depan (Tahun tepatnya tidak terlalu paham). Gideon muncul di beberapa serial Tv dari DC Comic, seperti The Flash dan Legend of Tomorrow. Uniknya, tidak seperti JARVIS yang hanya “mengabdi” pada Tony Stark seorang, Gideon di serial DC muncul sebagai artificial intelligence yang digunakan oleh beberapa orang. Pertama, Gideon muncul sebagai artificial intelligence yang digunakan oleh Prof. Thawne di serial The Flash. Saat itu Prof. Thawne menggunakan Gideon untuk membantu dirinya berubah menjadi Reverse Flash dan mengfungsikan Tachyon. Kedua, Gideon muncul sebagai artificial intelligence yang ada di dalam pesawat waktu milik Rip Hunter di serial Legend of Tomorrow. Gideon di serial ini benar-benar difungsikan sebagai asisten pribadi Rip Hunter untuk melakukan berbagai hal dengan kemampuan super komputer yang ada di dalam pesawat waktu. Seperti melacak musuh, auto pilot pesawat, mode menghilang dari pesawat, melakukan perawatan medik kepada seorang yang terluka dan sebagainya.

     Walau sama-sama artificial intelligence, perbedaan yang paling mencolok dari keduanya adalah suaranya. JARVIS di Marvel mempunyai suara pria (karena memakai suara Edwin Jarvis yang seorang pria), tapi Gideon di DC Comic mempunyai suara wanita (Belum diketahui kenapa suaranya wanita, mungkin karena waktu Barry membuat Gideon lagi rindu sama wanitanya).  Terlepas dari hal tersebut, di masa sekarang tahun 2016, belum ada artificial intelligence secanggih JARVIS maupun Gideon, mungkin di masa depan bakal ada yang seperti itu. Tentunya akan sangat bermanfaat apabila hal tersebut menjadi kenyataan. Siapa yang tahu. Jadi menurut kalian siapa yang lebih keren, J.A.R.V.I.S atau Gideon??

5. Rip Hunter dan Legend of Tomorrow

rip hunter
Melakukan perjalanan waktu adalah cerita klasik untuk cerita-cerita fiksi ilmiah. Tidak terkecuali di dunia komik superhero. Dan baru-baru ini muncul pria yang bernama Rip Hunter di serial tv terbaru dari DC, yaitu Legend of Tomorrow. Menyebut dirinya sendiri sebagai “Penguasa Waktu”, Rip melakukan perjalanan menjelajah waktu ke tahun 2016, 150 tahun dari masa Rip hidup. Rip mempunyai tujuan yaitu mengumpulkan beberapa orang dengan kemampuan luar biasa untuk membantunya mengalahkan Vandal Savage. Bukan tanpa alasan Rip ingin mengalahkan Savage, pria ini telah membantai seluruh orang-orang yang dicintainya yaitu istri dan anak lelakinya. Bersama kapal waktu yang dioperasikan Gideon, Rip menuju ke tempat-tempat di mana calon legenda pilihannya berada. Yang menarik, di episode ketiga serial Dc Legend of Tomorrow, Rip sempat mengatakan dirinya tahu cerita bagaimana Superman “Man of Steel” tewas dan bagaimana Batman “The Dark Knight” tumbang. Apa saja hal menarik lainnya yang akan terjadi? Masih menunggu cerita selanjutnya dari serial Legend of Tomorrow tentunya.

6. Partikel Akselelator: versi The Flash vs versi Marvel Agent Carter
Nah ini yang paling baru, tapi tidak untuk serial DC di The Flash tentunya, karena ini baru muncul di serial tv Marvel tepatnya di serial Marvel Agent Carter. Partikel Akselelator sebuah alat yang menggunakan listrik dan/atau medan magnetik untuk mempercepat partikel bermuatan listrik ke kecepatan tinggi. Bagaimana ceritanya kok alat ini sering disebut di kedua serial tv milik Marvel dan DC itu?

partikel akselelator the flash

     Asal muasal adanya Flash dan metahuman lainnya diceritakan karena meledaknya partikel akselelator yang diciptakan Dr.Weels di laboratorium miliknya, S.T.A.R Lab. Meledaknya alat ini, menyebabkan gelombang radiasi yang menyebar ke seluruh kota dan mengakibatkan sebagian manusia terkena dampaknya. Dampaknya yaitu menjadi manusia super a.k.a metahuman. Tak terkecuali dengan Barry Allen yang terkena sambaran “petir” dari radiasi partikel akselelator dan menyebabkan sel-sel di dalam tubuhnya dapat bergetar jauh lebih cepat dari manusia pada umumnya. Hal tersebut menyebabkan Barry dapat memulihkan dirinya dari luka dengan sangat cepat dan tentunya dapat bergerak serta berlari melebihi kecepatan suara. Luar biasa bukan dampak dari meledaknya alat Partikel Akselelator? Mungkin ada yang mau coba?

Bagaimana dengan serial Marvel?

partikel akselelator marvel

Selamat membaca dan selamat menonton serial TV nya.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Close