Top Menu

     Teknologi informasi yang semakin berkembang berbanding lurus dengan sistem informasi yang muncul di segala aspek. Baik untuk yang sifatnya primer seperti pendidikan dan kesehatan dengan munculnya website maupun sistem informasi untuk menunjang performa masing-masing, sampai yang sifatnya sekedar hiburan seperti media sosial maupun game online. Pemanfaatan perkembangan teknologi informasipun membuka ruang baru bagi para pelaku bisnis untuk mengembangkan bisnisnya. Bukan hanya sekedar mempermudah promosi dari bisnis ke klien (B to C) tetapi juga menguatkan hubungan bisnis antara pelaku bisnis satu dengan lainnya (B to B). Yaitu E-Procurement adalah salah satu inovasinya.

     E-Procurement sendiri adalah sistem pengadaan barang dan jasa yang memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi digunakan untuk melakukan pengolahan data penggadaan hingga ke proses pembuatan laporan. E-procurement merupakan istilah umum diterapkan pada penggunaan sistem yang terintegrasi antara database dengan area yang luas (biasanya berbasis web) jaringan sistem komunikasi disebagian atau seluruh proses pembelian. Proses pengadaan meliputi identifikasi kebutuhan awal dan spesifikasi oleh pengguna, melalui pencarian, sumber dan tahap negosiasi kontrak, pemesanan dan termasuk mekanisme yang meregistrasi penerimaan, pembayaran dan sebagai  pendukung evaluasi pasca pengadaan.

     Dalam kegiatan publik baik di dalam perusahaan milik pemerintah (BUMN) maupun perusahaan (usaha swasta) selalu diperlukan barang/jasa untuk keperluan operasional yang bersifat rutin seperti bahan baku, bahan penolong (supplies), suku cadang, barang jadi, dan barang modal (kapital) seperti bangunan, mesin dan peralatan lainnya. Hampir setiap perusahaan besar baik milik pemerintah (BUMN) maupun swasta sekarang sudah mempunyai E-Procurement yang terintegrasi denngn website resmi perusahaan. Pemerintah sendiri mempunyai sistem khusus yang menangani tentang kebijakan pengadaan barang dan jasa, yaitu LPSE yang merupakan singkatan dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik. LPSE sendiri mengoperasikan sistem E-Procurement bernama SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) yang dikembangkan oleh LKPP. LKPP sendiri adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa dari Pemerintah Indonesia. Banyak dari perusahaan plat merah “menaruh” sistem E-Procurementnya di dalam sistem/website dari LPSE. Contohnya termasuk LKPP.

Berikut adalah tutorial bagaimana mendaftar sebagai vendor/penyedia di situs resmi E-Procurement LKPP:

1. Buka alamat E-Procurement resminya di www.LPSE.LKPP.go.id

Akan tampil website E-Procurement seperti di atas. Untuk yang sudah mempunyai akun sebagai vendor/penyedia, pilih menu Login dengan memasukan email dan password yang sudah terdaftar.  Apabila belum, pilih menu Pendaftaran Penyedia.

2. Setelah memilih menu Pendaftran Penyedia, maka akan tampil seperti di bawah ini. Masukan alamat email resmi yang akan didaftarkan. Selain email, Kita juga wajib mengisi form Kode Keamanan untuk melanjutkan proses. Di bawah form Kode Keamanan, terdapat 2 link file yaitu Formulir Pendaftaran dan Formulir Keikutsertaan. Download 2 file tersebut, karena nantinya Kita wajib mengisi 2 form tadi untuk proses verifikasi pendaftaran ke kantor LPSE. Klik tombol Mendaftar yang berwarna hijau di bagian bawah.

3. Selanjutnya akan muncul pemberitahuan seperti berikut. Kita akan diarahkan untuk memverifikasi proses pendaftaran tadi melalui email yang didaftarkan.

4. Masuk ke dalam kotak masuk email, tim LPSE akan mengirimkan email konfirmasi pendaftaran seperti berikut ini. Isi emailnya adalah ucapan terima kasih atas partisipasi Kita dalam Layanan Pengadaan Secara Elektronik dan dengan email ini juga Kita berarti telah melakukan pendaftaran secara online pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik. Untuk melanjutkan proses pendaftaran, klik link yang disertakan di dalam email.

5. Dan Kita akan diarahkan pada halaman Pendaftaran Penyedia seperti berikut. Di sini Kita wajib mengisi data perusahaan yang Kita daftarkan, mulai dari menentukan User ID dan password, Nama, Bentuk Usaha, Alamat Tempat Usaha, NPWP sampai ke kontak yang dapat dihubungi.

Apabila sudah diisi secara lengkap, klik tombol Mendaftar pada bagian bawah yang berwarna hijau. Tapi ingat, di sini Kita belum selesai karena Kita wajib memverifikasi semua data yang sudah diinputkan maupun yang wajib disertakan seperti KTP Direksi, NPWP, SIUP dan TDP serta 2 form yang sebelumnya Kita download. Semua berkas tersebut wajib Kita bawa ke kantor LPSE terdekat yang ada di Kota Kita. Tapi paling tidak, Kita sudah melakukan setengah dari proses pendaftaran E-Procurement dan memangkas waktu apabila Kita mendaftar sebagai penyedia secara manual.

Secara umum proses pendaftaran penyedia di website E-Procurement sebuah perusahaan lain tidak jauh berbeda dengan E-Procurement LPSE di atas, bahkan di website E-Procurement lain ada yang sudah 100% online yang artinya Kita tidak perlu memverifikasi secara manual untuk kelengkapan berkas. Mungkin karena LPSE memang lembaga resmi pemerintah sehingga proses validasinya pun memang harus benar-benar akurat sehingga masih diperlukan verifikasi manual. Silahkan mencoba untuk teman-teman yang sudah mempunyai usaha sendiri dan ingin bergabung/join usaha dengan perusahaan lain memanfaatkan E-Procurement.

Semoga Bermanfaat dan Salam Sukses

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Close